Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 November 2014

Ulama Syiah: “Wanita Pelacur Boleh Dizinai”


Syiah berkata: seorang laki-laki bisa melakukan nikah mut’ah seribu kali, karena wanita yang di mut’ah tidak dicerai dan tidak pula diwarisi, dia hanya wanita sewaan.
Lihat: kitab al-Istibshar, oleh Abu Ja’far ath-Thausi (3/155)

Syiah berkata: sesungguhnya anak dari hasil wanita yang di mut’ah lebih baik daripada anak dari istri tetap.
Lihat: kitab Manhaj ash-Shadiqin, oleh Mula Fathullah al-Kasyani hal. 356.

Syiah berkata: boleh melakukan mut’ah dengan para wanita pelacur dan wanita-wanita nista, bahkan terdapat banyak sekali nasihat dan anjuran tersebut dari ulama Syiah.
Lihat: kitab bihar al anwar, oleh al-Majlisi (100/319, 320)

Syiah berkata: wanita yang dinikahi secara mut’ah tidak termasuk empat hitungan maksimal wanita yang boleh dinikahi, karena dia tidak terkena hukum cerai dan tidak diwarisi, tapi dia hanya sekadar wanita sewaan.
Lihat: kitab al-Furu’ min al-Kafi, oleh al-Kulaini (5/415)

Syiah berkata: boleh me-mut’ah wanita cantik meski berstatus istri orang atau pelacur.
Lihat: kitab al-Furu’ min al-Kafi, oleh al-Kulaini (5/462)

Syiah berkata: minimal mut’ah adalah sekali antara pria dan wanita.
Lihat: kitab al-Furu’ min al-Kafi oleh al-Kulaini (5/460)

Syiah berkata: boleh me-mut’ah wanita pezina, tapi makruh hukumnya, terutama wanita pelacur dan terkenal gemar berzina.
Lihat: kitab Tahrir al-Wasilah, oleh al-Khumaini (2/256) 
 
(Nisyi/Syiahindonesia.com)
 
 Terkait : 

Kamis, 06 November 2014

Kebo Bule Keramat Mati, Kesyirikan Malah Hidup




Matinya Kyai Bodong, kerbau bule keramat di Keraton Kasunanan Surakarta pada Selasa (4/11/2014), ditangisi oleh sebagian orang. Pasalnya, Kerbau Bule keturunan Kyai Slamet ini dianggap memiliki kerberkahan dan sakti. Bahkan kotorannya pun diperebutkan untuk ngalap berkah.

Selepas kematiannya, khurafat dan kesyirikan malah semakin hidup. Berikut di antaranya:

1. Pamit Akan Meninggal

Sebelum mati, Kerbau Bule keturunan Trah Kyai Slamet, Kyai Bodong sempat berpamitan kepada Srati (pawang) yang merupakan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta, bernama Sukir.
Meskipun tidak berpamitan secara lisan, Sang Pawang bisa merasakan sebentar lagi Kyai Bodong bakal mati.
“Sebelum mati, Sukir (pawang) merasakan Kerbau ini sering murung dan menjadi pendiam. Biasanya, saat berada di kandang, (Kyai Bodong) sering merespon apapun yang dilakukan oleh Sukir,” kata Adik Ipar Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satriyo Hadinagoro, Rabu (5/11/2014).

2. Mati di Hari Keramat

Kematian Kyai Bodong pada hari Selasa (4/11/2014) jam 18.30 WIB bertepatan dengan satu hari setelah tanggal 10 Muharam yang jatuh pada hari Senin (3/11/2014).
Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, tanggal 10 Muharam dianggap keramat, dan setelah selang sehari dari tanggal tersebut maka dianggap sebagai hari yang baik.

3. Kematiannya Pertanda Bala’

Putra Paku Buwono (PB) XII Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Soeryo Wicaksono mengatakan kematian kerbau pusaka itu merupakan pertanda akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Pasalnya dari beberapa kejadian, apa yang akan menimpa keraton selalu diawali dengan munculnya pertanda terlebih dahulu.
“Kalau memang Bodong mati ditusuk oleh orang yang tak dikenal, berarti itukan dianiyaya. Semoga ini bukan sebagai pertanda buat keraton. Setiap akan ada sesuatu yang menimpa keraton, selalu saja diawali dengan pertanda,” ujarnya.

4. Kematiannya Menghentikan Hujan

Seusai dikabarkan mati, Kyai Bodong langsung dibawa dari Solo Baru menuju ke Sitinggil Alun-alun Kidul Keraton Surakarta.
“Saat itu, hujan deras sekali, langsung kami bawa ke Sitinggil menggunakan mobil L 300. Saat masuk ke Alun-alun Kidul, hujan langsung berhenti,” kata Adik Ipar Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satriyo Hadinagoro.

5. Penguburan dengan Prosesi Ritual

Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satriyo Hadinagoro menuturkan sebelum di kubur dilakukan prosesi seperti pemakaman Kebo-kebo trah Kyai Slamet yang telah meninggal sebelumnya.
Setelah didoakan dan dimandikan menggunakan air kembang, Kebo bernama Kyai Bodong ini langsung dimasukan ke liang kubur yang telah digelar kain mori.

6. Akan Digelar Tahlilan Kematian

Usai pemakaman,Kanjeng Raden Mas Haryo (KRMH) Satriyo Hadinagoro menambahkan pihak Keraton akan menggelar wilujengan atau peringatan doa selametan sesuai adat Jawa layaknya manusia yang meninggal.
“Usai prosesi pemakaman nanti kami juga akan melakukan wilujengan tujuh hari, lalu empat puluh hari, seratus hari hingga nantinya sampai ke nyewu,” sambungnya.

7. Diziarahi Makamnya untuk Ngelap Berkah

Setelah dikubur, Kyai Bodong kemudian mulai menarik minat warga untuk berziarah. Sebagian warga tampak bersemedi atau bermeditasi di sekitar makamnya.

Sumber : http://news.fimadani.com/read/2014/11/06/kebo-bule-keramat-mati-kesyirikan-malah-hidup/
 
Berita Terkait :

Selasa, 04 November 2014

Dosa Yang Lebih Hebat Daripada Berzina

 

PADA suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam.

Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya.

Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk.”

Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.”

“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa as terkejut.

“Saya takut mengatakannya,” jawab wanita cantik.

“Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya ……telah berzina.”.

Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun…. lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya….. cekik lehernya sampai….. tewas”, ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya.

Nabi Musa as berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!” teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa as. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya.

Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?”

Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?”

Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?” 

“Ada!” jawab Jibril dengan tegas.

“Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.

“Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.”

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. [islampos/mujahidallah]

sebarkan untuk saling mengingatkan..


Terkait :
                          

Senin, 03 November 2014

::: STOP jangan sekali2 mengatakan tahlilan tidak memiliki dalil:::

SIAPA BILANG >>>> MAULID,TAHLILAN,YASINAN, 7 BULANAN,TABUR BUNGA TDK ADA DALILNYA....!!!!!!

INI DALILNYA,,,,

Sedikit-sedikit minta dali, sedikit-sedikit minta dalil,..
Ini dalil tahlilan/maulidan/yasinan/7 bulanan/selamatan,..


1. Dalil pengkhususan waktu selamatan kematian (1 hari, 3 hari, 40 hari dan seterusnya).
“Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu"
(Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193).

Perintah penyembelihan hewan pada hari tersebut:

“Tuhan telah menciptakan hewan untuk upacara korban, upacara kurban telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan dunia.”
(Kitab Panca Yadnya hal. 26, Bagawatgita hal. 5 no. 39).

Perkataan Ulama:

“Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu”
(Ida Bedande Adi Suripto laknatullah 'alaihi,lihat kitab “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa”).

2. Dalil selamatan (kenduri/kenduren):

“Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. “Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui”. Yang gunanya untuk menjauhkan kesialan"
(Kitab sama weda hal. 373 no.10).

a. Dewa Yatnya (selamatan) Yaitu korban suci yang secara tulus ikhlas ditujukan kepada Sang Hyang Widhi dengan jalan bakti sujud memuji, serta menurut apa yang diperintahkan-Nya (tirta yatra) metri bopo pertiwi.

b. Pitra Yatnya Yaitu korban suci kepada leluhur (pengeling- eling) dengan memuji yang ada di akhirat supaya memberi pertolongan kepada yang masih hidup.

c. Manusia Yatnya Yaitu korban yang diperuntukan kepada keturunan atau sesama supaya hidup damai dan tentram.

d. Resi Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada guru atas jasa ilmu yang diberikan (danyangan).

e. Buta Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada semua makhluk yang kelihatan maupun tidak, untuk kemulyaan dunia ini.
(kitab Siwa Sasana hal. 46 bab ‘Panca maha yatnya’ dan pada Upadesa hal. 34).

Apa Dasar yang Lain dalam Hindhu,..?

Rukun Iman Hindhu (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat hindu:
1. Percaya adanya sang hyang widhi.
2. Percaya adanya roh leluhur.
3. Percaya adanya karmapala.
4. Percaya adanya smskra manitis.
5. Percaya adanya moksa.

PANCA SRADA punya rukun, yaitu:

1. PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan).

a. Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan,” memetri bapa kuasa ibu pertiwi “).

b. Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Leluhur).

c. Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang ditujukan pada guru atau kirim do’a yang ditujukan pada Guru, biasanya di punden/ndanyangan ). Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu “Selametan Khaul” memperingati kiyainya/gurunya &semisalnya , yang meninggal dunia.

d. Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut “Ulang Tahun” ).

e. Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kebaikan ), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam (jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan ramadhan yang disebut “selamatan Megengan”.

Akibat yang tidak di Selameti dalam Keyakinan Hindhu, yaitu:

Buka dalilnya Di Kitab Suci Umat Hindhu di dalam Kitab SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon, makanya kalau anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu, karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu, dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari sukra umanis (jum’at legi) keris atau jimat di beri bunga&sajen-sajen.

Dewa Asura akan marah besar jika orang tidak mau melakukan selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala/bencana & membunuh manusia yang ada di dunia.

Dewa Asura atau dikenal dalam masyarakat dengan nama Bathara Kala, anak ontang anting harus diruwat (ritual dengan selamatan dan sajen) karena takut batharakala, sendhang kapit pancuran (anak wanita diantara kedua saudara kandung anak laki-laki) diruwat karena takut batharakala, rabi ngalor ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap utara dan barat, karena takut celaka ).

Akibat yang di Selameti dalam Keyakinan Hindhu, yaitu:

Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka langsung punya tiket ke surga.

2. Nasi Tumpeng

Konsep dalam agama hindu: dalam kitab Manawa Dharma Sasra Wedha Smrti, Bagi Orang yang

Berkasta Sudra (Kasta yang Rendah) yang Tidak Bisa Membaca Kalimat Persaksian:

Hom Suwastiasu Hom Awi Knamastu Ekam Eva Adityam Brahman, Bagi yang Tidak Bisa Mengucapkan Kalimat dalam Bahasa Sansekerta di atas Sebagai Penggantinya Mereka Cukup Membuat Tumpeng, Bentuknya adalah Segitiga, Segitiga yang dimaksud adalah Trimurti (Shiwa, Vishnu, Brahma = Brahman) Artinya Tiga Manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Umat Hindgu Mengatakan Barangsiapa yang Membuat Tumpeng maka Dia Sudah Beragama Hindhu.

Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-sajen.

3. Ketika ada yang Meninggal

Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan), karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa, dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung, pemberangkatan mayat menggunakan sebar/sawur bunga, uang logam, beras kuning, dll, lalu bunga di ronce (dirangkai dengan benang)lalu di taruh/dikalungkan di atas beranda mayat. Hindu meyakini :

a. Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa brahma.
b. Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa wisnu.
c. Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa siwa.

Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai pendorong do’a (muspha/trisandya) dan pewangi.

4. Ketupat

Di dalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang ke rumah, sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari raya di pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan tetangga.
Dengan penjelasan diatas maka teranglah bahwa ritual-ritual itu bukanlah sesuatu yang baru (bid'ah) dalam agama hindu, dikatakan bid'ah apabila itu dikerjakan oleh umat islam dan dianggap bagian dari ajaran islam. Seperti yang kita ketahui agama islam lahir ribuan tahun setelah adanya agama hindu tersebut. Hanya saja beberapa "Orang Hindu" itu menggunakan kalimat TAHLIL (Laa ilaha illallah) atau membaca surat YASIN pada ritual-ritual tersebut. Jadilah serupa tapi tak sama dengan ajaran islam. Islam tidaklah mengenal ritual-ritual tersebut, tidak ditemukan dalilnya baik didalam Alqur'an Al hadits maupun ijma' para sahabat. meminjam istilah fiqih "laukana khairan Lasabaquunaa ilaihi" (kalaulah seandainya perbuatan/amal itu baik, tentulah para sahabat mendahului kita mengerjakannya).
Islam adalah agama yang sempurna, tidak perlu lagi ditambah-tambahi dengan syari'at baru, bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewasiatkan kpd kita agar menjauhi bid'ah dalam sabdanya:

“Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan”.
(HR Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya).
“Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk muhammad sholullah alaihi wasalam, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka”
(HR Abu dawud , an-Nasa’i, Ahmad).

Kita tentu tak mau agama kita yang mulia ini mengalami nasib serupa seperti agama-agama samawi lainnya (Yahudi dan Kristen) dimana alasan adat budaya telah mengambil alih dalil-dalil utama kitab suci sendiri. Karena alasan menghormati leluhur dan budaya lokal.

Allah azza wajalla telah memperingati kita dalam firmanNya:

”Dan apabila dikatakan kepada mereka :”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab :”(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?” (Qs. Al-Baqarah:170).

Allah juga berfirman:

“Dan janganlah kamu mencampuradukkan Kebenaran dengan Kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya”
(Qs. Al-Baqarah:42).

Allah menyuruh kita untuk tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu (kebatilan) tetapi kita malah ikut perkataan manusia bahwa mencampuradukkan agama itu boleh, Apa manusia itu lebih pintar dari Allah?

Selanjutnya Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”. (Qs. Al-Baqarah:208).

Allah menyuruh kita dalam berislam secara kaffah (menyeluruh) tidak setengah-setengah. Setengah Islam setengah Hindu...

 ***************

Sudah kita ketahui bersama bahwa sering kita lihat bahkan sering kita lakukan suatu ibadah dalam islam yaitu Tahlilan atau kirim doa atau Fatihah ke orang tua atau keluarga yg telah meninggal dunia.
Apakah kita sudah memeriksa atau meneliti asal muasal tahlilan tersebut?

Karena kita dalam beribadah harus mengikuti Ajaran yg telah dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam apabila tidak dicontohkan makan amal tersebut tidak diterima
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ أحْدَثَ فيِ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ.
وفي رواية لمسلم: مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Dari ‘Aisyah radliyallâhu ‘anha dia berkata, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-ada (memperbuat sesuatu yang baru) di dalam urusan kami ini (agama) sesuatu yang bukan bersumber padanya (tidak disyari’atkan), maka ia tertolak.” (HR.al-Bukhari)
Di dalam riwayat Imam Muslim dinyatakan, “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan termasuk urusan kami (agama), maka ia tertolak.”

Maka dari hadits diatas apabila suatu ibadah tidak didasari oleh Syariat islam maka amalnya tidak diterima

oleh karena itu Apakah Ibadah Tahlilan itu Berdasarkan dari Islam atau dari Agama Lain
silahkan di simak Videonya untuk mengetahui jawabannya

***


Terkait :
  


Kamis, 16 Oktober 2014

14 AZAB MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU


.
Berikut ini adalah Beberapa Azab yang akan di timpakan bagi orang yang meninggalkan sholat 5 waktu :

5 AZAB YANG DITIMPAKAN DI DUNIA

1. Akan dicabut keberkahan umurnya
2. Ciri-ciri ke shalehannya akan di cabut dari wajahnya
3. Setiap amal yang dilakukannya tidak akan di beri pahala oleh Allah SWT.
4. Doanya tidak akan diangkat ke langit
5. Tidak mendapat bagian dari do’a-do’anya orang yang shaleh
(Tidak akan dapat bagian dari percikan doa- doanya
para Sholihin).


3 AZAB KETIKA AKAN MATI


1. Ia akan mati dalam keadaan hina (su’ul khotimah)
2. Ia akan mati dalam keadaan lapar
3. Ia akan mati dalam keadaan haus, walaupun di beri air minum tidak akan menghilangkan rasa hausnya (walau dituangkan air tawar laksana lautan ia akan tetap haus.)Nauzubilah minzaliik


3 AZAB DI DALAM KUBUR


1. Kubur akan menjepitnya hingga tulang rusuknya bersilangan
2. Akan dinyalakan api didalam kuburnya, dan ia akan bergulingan diatasnya siang dan malam
3. Allah akan memasukan ular dalam kuburnya. Ular itu yang bernama Sijaul Aqra dan ular itu akan memukulnya sampai hari Qiamat dan setiap pukulan Ular itu, ia akan ditenggelamkan ke dalam kuburnya 70 hasta.


3 AZAB KETIKA HARI KIAMAT


1. Hisabnya sangat keras
2. Allah akan memarahinya
3. Masuk kedalam neraka jahanam


MARI KITA SHOLAT, MARI KITA MENUJU KEMENANGAN..!!
AJAKLAH KELUARGAMU UNTUK MENDIRIKAN SHOLAT BERJAMAAH


“Jagalah diri dan keluargamu dari api neraka”


  Terkait :