Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Desember 2014

KUATNYA HUJJAH KEHARAMAN SELAMAT NATAL DAN MENJAGA GEREJA MENURUT MAZHAB SYAFI'I

http://materidienulislam.blogspot.com/2014/12/kuatnya-hujjah-keharaman-selamat-natal.html


KUATNYA HUJJAH KEHARAMAN SELAMAT NATAL DAN MENJAGA GEREJA MENURUT MAZHAB SYAFI'I

Oleh Muhammad Lutfi Rochman *Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Yaman (PCINU YAMAN)

Seperti beberapa tahun yang sudah berlalu menjelang akhir tahun bulan Desember selalu ramai di tanah air beberapa oknum yang mengatasnamakan NU berusaha menebar syubhat dikalangan masyarakat awam tentang ucapan selamat natal. Beberapa tokoh yang seharusnya menjadi teladan dan contoh justru mencari beragam dalih dan alasan pembenaran dengan mengkorupsi dalil untuk mengubah fakta haramnya ucapan natal menjadi "boleh" dengan alasan Islam rahmah, Islam toleran, Islam Tasamuh dsb yang sering di gembor- gemborkan kalangan liberal yang sembunyi dibalik nama besar NU. Lebih terlihat "mencari pembenaran" sebagian kalangan mencari alasan dengan kelakuan yang belum tentu syar'I dari beberapa tokoh yang "terlanjur" terkenal. Bahwa agama Islam bukanlah dibangun dengan ketokohan apalagi dizaman yang penuh fitnah ini, tetapi terbangun dengan 'Hujjah dan Landasan' yang kuat para ulama salaf terutama para ulama mazhab sebagaimana qonun asas dari Nahdlatul Ulama yang sudah ditetapkan oleh sang pendiri Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari Rahimahullah.

Untuk itu kami mendapat kesempatan bertanya kepada Mufti Mazhab Syafi'iyyah di Tarim Hadramaut Yaman, Salah satunya beliau As Syaikh Muhammad Ali Ba'udhon Asy Syafi'I. Berikut kurang lebih rangkuman percakapan kami tentang keharaman ucapan tahniah hari raya orang kafir.

سألت الشيخ محمد علي باعوضان : ياالشيخ هل تحريم تهنيئة لأعياد الكفار باﻹجماع أو فيه قول بجوازه ؟
فأجاب الشيخ : نعم حرام، فكيف ﻧﻬﻨﺌﻮﻥ ﺑﻌﻴﺪﻫﻢ ؟
أما قول بجوازه ففيه كلام ثاني. فتعجب الشيخ
قلنا : حتي يعتقدون بحلاله هل هم كفر؟ قال نعم
يا الشيخ بعض المسلمين في جاوى يعتادون ﺫﻟﻚ ﺑﻞ ﻳﺤﺮﺳﻮﻥ ﺍﻟﻜﻨﺎﺋﺲ ﻛﺎﻟﻌﺴﻜﺮ. لو رضيت سنرسل بعض المسائل معك إلي إندونيسيا فاشار برضاه فتعجب مرة ثانية قال نعوذ بالله من ذلك!
بل لا بد من بحث حديث من تشبه بقوم فهو منهم.

Kami bertanya kepada beliau tentang keharaman ucapan tahniah selamat perayaan hari raya kaum kuffar sudah ijma' atau ada qoul yang membolehkan ?

As syaikh pun terkejut dan meyakinkan keharamannya dan menyatakan agar tidak memperdulikan terhadap perkataan orang yang membolehkan.

Maka kami meminta kerelaan beliau untuk mengirimkan sebagian tanya jawab kepada beliau ke tanah Jawa Indonesia karena sebagian muslimin membiasakan ucapan selamat natal dan bahkan sebagian dari mereka menjaga gereja seperti barisan laskar dengan dalih toleransi.

Maka Syaikh kembali terkejut dan mengucapkan 'Na'uzdubillah' dan menegaskan kepada kami agar juga memasukkan pembahasan hadits "Barangsiapa menyerupai suatu kaum (Kafir atau Musyrik) maka dia merupakan bagian dari kaum tersebut".

Berikut ini kami lampirkan sumber dari kitab mu'tamad mazhab Syafi'I tentang keharaman tahniah hari raya kuffar bahkan para pelakunya berhak mendapat ta'zir (hukuman) dari pemerintahan Islam.

(فرع) يعزر من وافق الكفار في أعيادهم ومن يمسك الحية ومن يدخل النار ومن قال لذمي يا حاج ومن هنأه بعيده ومن يسمي زائر قبور الصالحين حاجا والساعي بالنميمة لكثرة إفسادها بين الناس الخ.

di ambil dari Bab hudud dan Ta'zir dari kitab ulama mazhab Syafi'iyyah sbb:

1. Al allamah Sayyid Alawi bin Ahmad Seggaf Asy Syafi'I dalam kitab Tarsyikh Al Mustafidin khasiyah Fathul Muin yang sangat masyhur di pesantren Indonesia (hal 88 cetakan Darul Fikr).

2. As syekh Sulaiman Al Jamal syarakh al manhaj karangan Syaikh Zakaria Al Anshori yang mendapat gelar Syaikhul Islam dalam mazhab Syafi'I.

As syekh Al Jamal menukil pendapat Imam Al Khalabi dari kitab Khasiyah syarah Al Mahalli alal minhaj kitab Imam An Nawawi dengan menyebutkan ta'zir dari sisi menyerupai orang kafir diperayaan hari raya mereka.

3. As Syekh Abdul Hamid As Syarwani As Syafi'I dalam kitab khasiyah Tukhfah Ala Minhaj karangan Ibnu Hajar Al Haitami yang pendapatnya merupakan rujukan teratas Mutaakhhirin Syafi'iyyah hingga hari ini terutama di wilayah Hijaz, Yaman, Syam, Kurdistan, Dagestan, Dan Semenanjung Asia hingga Indonesia.

4. As Syaikh Syamsuddin Muhammad Khotib As Syirbini dalam kitab Mughni Al Muhtaj. Syekh Khotib adalah murid Ar Romli Al Kabir yang masyhur mendapat gelar Al Walid. Ar Romli As Shogir putra beliau adalah pengarang Kitab Nihayatul Muhtaj yang pendapatnya merupakan rujukan mayoritas pengikut Syafi'iyyah dari Mesir hingga Haromain dan Semenanjung Afrika.

5. As Sayyid Al Bakri Satho dalam kitabnya I'anat At Tholibin Khasiyah Fathul Muin juga mengutip sebagian dari sisi menyerupai orang kafir. (Darul Ihya Turots Al 'Arobi hal 254 juz 4).

Penutup

Sesudah kami sebutkan dasar dan hujjah yang begitu kuat oleh para ulama kibar mazhab Syafi'I, Maka kami yang faqir ini mengajak kepada kaum muslimin Indonesia yang mayoritas bermazhab Syafi'i terutama Nahdliyyin agar mulai Desember tahun ini untuk berhenti membiasakan kebiasaan haram dan memalukan dengan ikut memeriahkan perayaan hari raya kaum kuffar seperti Natal, Nyepi, Waisyak dsb.

Toleransi yang benar sesuai contoh nabi adalah dengan tidak mengganggu perayaan ibadah mereka dan tetap berpegang teguh dengan Islam dan Ajarannya yang merupakan satu- satunya Diin yang hanya mendapat Ridho Allah SWT. Wallahu Alam.

*Penulis Adalah Salah Satu Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Yaman (PCINU YAMAN)
Sumber FP :  Pondok Pesantren Al - Anshory Tulusrejo Grabag Purworejo 
                    NU Garis Lurus bersama Muchammad Nawawi As Sholchah
  
Berita terkait :

Selasa, 16 Desember 2014

Astaghfirullah, Ternyata ini Kisah di Balik Bencana Tanah Longsor Dusun Jemblung Banjarnegara



romiAL-ISLAM – Jelang akhir tahun 2014, indonesia kembali berduka. Musibah tanah longsor Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah menelan banyak korban jiwa.

Dari 108 korban yang hilang tertimbun longsor, baru sekitar 39 orang yang berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim ini mengapa kembali dirundung bencana?
Romi, salah seorang relawan kemanusiaan dari LSM Emergency and Crisis Response (ECR) yang turut melakukan evakuasi korban di lokasi bencana, menyingkap kisah di balik musibah besar tersebut.

Menurutnya, berdasarkan informasi dari warga sekitar, di desa tersebut begitu merajalela kemaksiatan dan kemusyrikan.

“Ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Jadi tempat itu sudah terkenal dengan kondisi seperti itu,” kata Romi kepadaPanjimas.com, Senin (15/12/2014).

Ya kalau menurut warga sekitar, di sana terkenal dengan klenik dan judi sabung ayam, malah akhir-akhir ini juga marak berdiri karaoke. Jadi tempat itu sudah terkenal dengan kondisi seperti itu

Apa yang disampaikan romi, sepertinya begitu jelas tersebukti dengan realita di lapangan. Lihat saja dalam berita yang beredar kemarin, warga memperebutkan air dalam ember, yang sebelumnya digunakan Jokowi untuk mencuci tangan dan kaki, serta membersihkan lumpur yang melekat di sepatunya.

tanah-longsor-banjarnegaraMereka ngalap berkah dengan membasuh muka dari air sisa cuci tangan Jokowi. Padahal ngalap berkah dari mahluk merupakan bentuk Syirik Akbar dalam Islam.

“Buat barokah. Ini kan tadi sudah dipakai Presiden. Siapa tahu nasib berubah,” ujar salah seorang warga, yang tampak kuyup kepala dan badannya.

Warga lainnya, Parno, mengaku ingin meniru Jokowi, dengan turun membasuh kakinya.

“Biar berkah dan banyak rezeki. Tadi saya tidak cuma basuh muka, tapi tangan dan kaki juga,” kata Parno seperti dilansir Viva, Ahad (14/12/2014).

Selain itu, Romi juga menambahkan, bahwa dari cerita salah seorang warga yang selamat dalam bencana itu, kejadian longsor di Dusun Jemblung yang terjadi menjelang Maghrib itu, tak seperti lazimnya bencana tanah longsor.

“Kesaksian warga, ada korban yang selamat itu katanya tanah yang longsor itu seperti dimixer, kayak seperti bukan tanah longsor biasanya,” imbuhnya. [AW]

Sumber : Panjimas.com


Rabu, 26 November 2014

Seperti Virus “Pesan Ukhuwah” Guru Sidogiri Menyebar di Media Sosial

http://materidienulislam.blogspot.com/2014/11/seperti-virus-pesan-ukhuwah-guru.html

Diam-diam saya menyukai FPI memberantas kemunkaran. Kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang tak peduli dengan kemunkaran

Perpecahan di tubuh umat Islam seringkali diawali dengan sikap ashabiyah alias fanatik terhadap kelompoknya. Antar harakah Islam atau ormas Islam saling mengklaim kelompoknya yang paling benar, sementara kelompok lain banyak salahnya.

Padahal, setiap harakah Islam punya tujuan sama yakni tegaknya dakwah Islam. Dalam menengak dakwah Islam ini, tentunya setiap harakah Islam punya ciri khas yang berbeda dengan harakah Islam lainnya.

Di tengah fitnah perpecahan kalangan Ahlus Sunnah nasihat guru Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan, Jawa Timur Ahmad Dairobi tiba-tiba menyentak kalangan Muslim di Indonesia.

Seminggu ini, ‘nasehat ukhuwah’ Ahmad Dairobi ini menggelinding secara viral di media sosial, termasuk menjadi pembicaraan hangat di berbagai grup WhatsApp dan BBM broadcast message. Berikut nasihatnya:

“Diam-diam ternyata saya menyukai semangat FPI dalam memberantas kemunkaran. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam aksi mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang takut dan tak peduli dengan kemunkaran yang merajalela.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat dan ketulusan Jamaah Tabligh dalam meramaikan salat berjemaah di masjid. Saya tahu, kadangkala ada yang salah dalam tindakan sebagian mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku yang tidak melakukan apa- apa saat tetanggaku banyak yang tidak salat.

Diam-diam ternyata saya menyukai semangat Hizbut Tahrir dalam membangun khilafah. Saya tahu, ada yang salah dalam sebagian konsep khilafah mereka. Namun, kesalahakanku yang tak mau berbuat apa-apa untuk penegakan syariat Islam, jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Diam-diam ternyata saya menyukai cara berpolitik orang-orang PKS. Saya tahu, mereka banyak dihuni oleh tokoh-tokoh di luar Nahdlatul Ulama; dan yang namanya partai politik pasti cukup banyak kesalahan oknum mereka. Namun, kesalahan mereka tidaklah seberapa dibanding kesalahanku memilih partai yang cenderung sekuler dan anti penerapan syariat Islam.

Bahkan, diam-diam ternyata saya juga suka dengan keberanian Al-Qaidah dalam melawan kezaliman politik Amerika dan Israel. Aku tahu, mereka melakukan beberapa kesalahan, tapi kesalahanku yang tidak peduli dengan nasib umat Islam jauh lebih besar daripada kesalahan mereka.

Dan, dengan terang-terangan saya menyatakan sangat mengagumi Nahdlatul Ulama. Yakni, NU yang sesuai dengan pandangan Hadratussyekh Kiai Hasyim Asy’ari. Bukan NU yang menjadi kendaraan politik. Bukan NU yang dipenuhi kepentingan pragmatis. Bukan NU yang menjadi pembela Syiah dan Ahmadiyah. Bukan NU yang melindungi liberalisme. Dan, bukan NU yang menjadikan Rahmatan Lil Alamin sebagai justifikasi untuk ketidakpeduliannya terhadap perjuangan penegakan syariat,” demikian tulisnya.

Saat dihubungi hidayatullah.com, Ahmad Dairobi mengakui jika tulisan itu pertama kali ia tulis melalui akun Facebooknya pada 23 November 2014. Namun ia tak menyangka tulisan itu menjadi pembicaraan masyarakat.

“Niat saya, agar antar gerakan Islam saling menjaga ukhuwah. Jangan sampai ashobiyyah dan fanatik buta pada organisasi masing-masing menutup pintu kebaikan kelompok lain, “ ujarnya, Selasa (25/11/2014) siang.*

Rep: Ibnu Syafaat
Editor: Cholis Akbar

Sumber :  hidayatullah.com

Berita Terkait : 
 

Sabtu, 22 November 2014

Mengapa Umat Islam Tolak Ahok, Ini Sederet Alasannya

Ahok Ditolak-jpeg.image
Kepada Yth

Pemred Media-media Islam,

Sehubungan dengan adanya Demo Penolakan Ahok, perlu disebarluaskan alasan penolakan terhadap Ahok yang sebenarnya. Ini tidak sesederhana seperti yang kebanyakan orang kira, bahkan media-media Islam pun banyak yang belum tahu SELURUH pergerakan Ahok yang sudah saya pantau sejak 2 tahun lalu.

Saya juga aktif mengumpulkan semua statemen, video, berita dari gerak-gerik AHOK. Ternyata, baru 2 tahun sudah banyak aksi yang dilakukan Ahok terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Inilah “dosa-dosa” Ahok terhadap umat Islam (GAMBAR TERLAMPIR):
  1. Ahok menghancurkan Masjid Baitul arif di jatinegara, Jakarta Timur,  sehingga warga setempat tidak bisa shalat jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.
  1. Ahok juga menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki(TIM). Dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali…
  1. Tidak puas dengan menghancurkan masjid-masjid, Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat kafir seperti Lurah Susan, lurah grace, dan sebagainya.
Tak hanya itu, kepala sekolah Muslim di DKI juga banyak yang diganti dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah kristen sekarang.
  1. Merasa didukung media-media sekuler, Ahok terus menghapus simbol-simbol Islam. Melalui kadisdik DKI yang kafir, Lasro Masbrun…dia mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap jum’at dengan baju betawi…padahal sebenarnya baju betawi bisa di hari lain, seperti aturan di sekolah-sekolah Bandung, yaitu hari rabu untuk baju daerah (Sunda), sedangkan jum’at tetap dengan busana Muslim.
  1. Setelah sukses menghancurkan masjid dan menghilangkan simbol-simbol Islam di DKI Jakarta…Ahok juga membatasi kegiatan syiar Islam seperti malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru yang dipimpin AHOK JAUH LEBIH PARAH macetnya dengan menutup jalan-jalan protokol jakarta.
  1. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya adalah munafik, termasuk muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.
  1. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta jadi tuan rumah final kontes umbar aurat itu.
  1. Tak kalah parahnya adalah Ahok mendukung wacana penghapusan Kolom Agama di KTP.
  1. Ahok juga mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan: BOLEH MINUM BIR, asal jangan mabok.
  2. Tak cuma mendukung Miss World, Ahok juga mendukung penuh konser maksiat Lady Gaga.
11. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci. Dia bilang, ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.
12. Pada lebaran yang lalu, situasi yang adem tiba-tiba menjadi panas kembali dengan wacana Ahok untuk menghapuskan cuti bersama saat lebaran… Apa dia tidak izinkan umat Islam berlebaran dan silaturahmi…? Kenapa pula tidak dicontohkan melalui pencabutan cuti bersama natal/tahun baru…? Mengapa hanya dan harus lebaran yang dibidik?
13. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.
14. Ada yang bilang, tidak apa-apa pemimpin kafir asal tak korupsi… Nah, ternyata Ahok diduga kuat terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta sebesar 1,6 Triliun. Koruptor-koruptor BLBI juga kebanyakan “sejenis” dengan Ahok, yaitu konglomerat-konglomerat dari warga/golongan “keturunan” kafir.
15. AHOK LARANG TABLIGH AKBAR, lagi-lagi dengan alasan bikin macet. Padahal perayaan tahun baru yang Ahok buat lebih parah bikin macet dengan menutup sejumlah jalan protokol.
 http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/01/10/22705/awas-ahok-mui-dki-jakarta-akan-larang-tabligh-akbar-di-jalan-raya/#sthash.jHl2cpJ4.dpbs

Maka, untuk itu saya sertakan alasan lengkap FPI menolak Ahok:
http://www.youtube.com/watch?v=Veal_wMw9pg

Dan profil lengkap perjuangan mereka:
*http://www.youtube.com/watch?v=TtokTNoeB64
<http://www.youtube.com/watch?v=TtokTNoeB64>*

*UMAT PERLU TAHU MENGAPA KAUM MUSLIMIN MENOLAK AHOK…

*ANTUM MAU BERITAKAN/TIDAK, ITU HAK ANTUM SEMUA, NAMUN YANG PERLU ANDA TAHU:

*PENOLAKAN AHOK BUKAN HANYA TUGAS FPI, KITA SEMUA JUGA PUNYA KE WAJIBAN UNTUK ITU

*FPI DENGAN AKSI, DAN MEDIA ISLAM DENGAN TULISAN
*SYUKRON…
(Lincolin Arsyad)
Sumber : Salam Online

 Berita Terkait :

Rabu, 19 November 2014

PENDAPAT BUYA YAHYA SOAL AHOK DAN FPI



Ulama kharismatik asal Cirebon Buya Yahya angkat bicara soal kepemimpinan DKI Jakarta yang saat ini sedang ramai dibicarakan khususnya soal Basuki Purnama (Ahok) dan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI).

Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan para ulama bahwa kepemimpinan kaum muslimin tidak boleh dipimpin oleh orang diluar Islam. "Itu sudah merupakan kesepakatan, dan ini sudah sangat jelas tidak perlu didiskusikan lagi, jadi jelas hukumnya haram jika kita menyerahkan urusan kaum muslimin kepada seorang yang tidak beriman kepada Allah SWT dan RasulNya," tegas Buya Yahya.

Terkait adanya kelompok pergerakan yang menolak kepemimpinan diluar Islam, Buya Yahya menganggap itu sesuatu yang sangat wajar. "Dan lebih dari itu, yang harus kita tekankan ialah pemahaman kepada semua pihak mulai dari rakyat sampai dengan ulama tentang ketidakbolehan masalah ini karena di masyarakat masih simpang siur. Sesuatu yang disepakati menjadi simpang siur ini salahnya siapa?" ungkap Buya.

"Mungkin ada segelintir ulama yang memiliki fatwa yang tidak tahu darimana sumbernya, yang mengatakan bahwa pemimpin bukan Islam lebih bagus asalkan dia adil daripada pemimpin Islam tapi dia khianat. Perbandingannya bukan begitu dong, perbandingannya harus yang sama sama adil, memangnya orang ISLAM tidak ada yang adil,"tambahnya.

Menurutnya, membandingkan pemimpin kafir yang adil dengan pemimpin ISLAM yang tidak adil adalah cara yang salah. Namun saat ini hal tersebut dikemas dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah yang kafir menjadi benar, itu suatu kesalahan.

Kembali soal munculnya kelompok kelompok yang menolak kepemimpinan kafir, Buya Yahya menegaskan bahwa ini harus dipahami bersama bahkan diluar ISLAM juga harus memahami bahwa makna toleransi harus seperti itu. "Karena di agama kita tidak diperkenankan, disini mayoritas kaum muslimin sehingga umat harus dipimpin kaum muslimin," ujarnya. Umat Islam harus bersyukur dengan adanya FPI, dan adanya macam macam kelompok Islam harus saling melengkapi dan saling komunikasi. "Kalau kita lihat sejarah, muncul Abu Bakar Shiddiq ra yang sangat lembut lalu ada Umar bin Khatthab ra yang penuh ketegasan. Semuanya saling melengkapi sehingga tidak perlu saling mencaci. Dengan saling melengkapi akan terbangun komunikasi sehingga tidak ada tindakan yang merendahkan kaum muslimin," kata Buya.

Ia menjelaskan bahwa Islam itu indah dan kebenaran tetap harus kita sampaikan, pemimpin kaum muslimin hendaknya orang ISLAM yang bukan ISLAM harus kita tolak dan itu wajar.

"Ketegasan harus sesuai cari Nabi dan sesuai prosedur, dan yang kami amati termasuk dari FPI dan lainnya itu sudah sesuai prosedur. Mereka tidak membuat kerusakan, tapi kalaupun ada itu bisa saja karena oknum atau provokator sebab dari pimpinannya sendiri kami yakin tidak menyuruh kerusakan. Dan sekali lagi, semua itu potensi kaum muslimin yang harus kita galang kita satukan tidak perlu ada permusuhan," jelas Buya.

Namun kata Buya, kita harus waspadakarena selama ini umat Islam selalu kalah di media. "Kebenaran seperti apapun tapi dikemas dengan tidak baik maka akan dilihat masyakarat yang tidak baik dan ini musibah kita saat ini. Media-media menginformasika n bahwa FPI dan lainnya brutal. Karena itu kita harus punya media sendiri untuk menjelaskan ini semua agar mereka tidak menjadi pejuang-pejuang yang tertuduh," pungkas Buya.

rep: ghani
red: adhila

Sumber : SI-ONLINE

Berita Terkait :

Senin, 17 November 2014

WASPADA AQIDAH



Bismillaah wal Hamdulillaah ...

Tatkala umat Islam keberatan dengan pencalonan Harry Tanoe sebagai Cawapres, dan umat Islam menolak Ahok sebagai Gubernur mau pun Wagub DKI Jakarta, serta umat Islam mengkritik Menteri Susi yang perokok dan bertatto, ada kalangan "muslim" yang melontarkan pernyataan "nyeleneh" sebagai berikut :

1. "Lebih baik PRESIDEN KAFIR jujur dan adil dari pada PRESIDEN MUSLIM khianat dan zalim".
2. "Lebih baik GUBERNUR KAFIR rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR MUSLIM korup dan malas."
3. "Lebih Baik MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO TANPA JILBAB tapi tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA BERJILBAB tapi korup dan culas."

Parahnya, ada OKNUM "Ulama" dari kalangan Kyai dan Habaib yang "mengaminkan" pernyataan-pernyataan "nyeleneh" macam itu, baik langsung mau pun tidak langsung, sehingga mereka KORUPSI DALIL dan MANIPULASI HUJJAH untuk "memfatwakan" bolehnya ORANG KAFIR memimpin umat Islam.

Pernyataan "nyeleneh" macam itu sangat berbahaya, apalagi jika di-iya-kan oleh kalangan yang dianggap "Ulama", karena pernyataan tersebut melecehkan KEISLAMAN seorang muslim dan memaklumi bahkan membanggakan KEKAFIRAN seorang kafir. Sekaligus menghina umat Islam dengan mengesankan seolah umat Islam itu paling brengsek, sedang orang Kafir itu baik dan bagus.

Kenapa pernyataan tersebut tidak dibalik saja sebagai berikut :

1. "Lebih baik PRESIDEN MUSLIM jujur dan adil dari pada PRESIDEN KAFIR khianat dan zalim".
2. "Lebih baik GUBERNUR MUSLIM rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR KAFIR korup dan malas."
3. "Lebih Baik MENTERI WANITA BERJILBAB BUKAN PEROKOK DAN TANPA TATTO yang tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO DAN TANPA JILBAB yang korup dan culas."

Atau setidaknya buatlah perbandingan yang "Apple To Apple", artinya perbandingan yang seimbang, seperti : "Apel Malang lebih harum dari pada Apel Thailand", jangan tidak seimbang, seperti : "Apel Malang lebih harum dari pada Terasi."

Karenanya, mestinya pernyataan itu mengambil perbandingan yang cerdas dan adil, yaitu sebagai berikut :

1. Lebih baik PRESIDEN MUSLIM jujur dan adil dari pada PRESIDEN KAFIR jujur dan adil".
2. Lebih baik GUBERNUR MUSLIM rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR KAFIR rajin dan pekerja keras."
3. Lebih Baik MENTERI WANITA BERJILBAB BUKAN PEROKOK DAN TANPA TATTO yang tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO DAN TANPA JILBAB yang tekun dan cerdas.

Jadi, umat Islam harus waspada tingkat tinggi terhadap pernyataan "nyeleneh" yang SESAT dan MENYESATKAN, karena kalau aneka pernyataan "nyeleneh" tersebut dibiarkan, maka nanti akhirnya akan lahir pernyataan :

"Lebih Baik jadi ORANG KAFIR sukses dan kaya raya, dari pada jadi ORANG ISLAM gagal dan miskin papa." Na'uudzu Billaahi Min Dzaalik ... !!!

Ingat .... :

1. Setiap manusia yang tidak mengakui ALLAH SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah adalah KAFIR.
2. Tidak ada ORANG KAFIR yang tidak Zholim, karena sezholim-zholimnya manusia adalah orang yang tidak mengakui ALLAH SWT sebagai Tuhannya, padahal ALLAH SWT yang telah menciptakannya dan mengaruniakan aneka ragam nikmat kepadanya.
3. ORANG KAFIR yang mati dalam kekafirannya pasti akan kekal masuk dalam NERAKA.

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab



Berita Terkait :




ASTAGHFIRULLAH! ... TERNYATA INILAH ULAH ANGGOTA FPI

ASTAGHFIRULLAH! ... TERNYATA INILAH ULAH ANGGOTA FPI

Rencana Ahok untuk membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI), patut kita apresiasi. Seperti kata Ahok, ternyata FPI sering melakukan tindakan demonstrasi yang anarkis, menebarkan kebencian dan menghalangi pelantikan gubernur, serta menimbulkan kemacetan lalu lintas sehingga telah melanggar konstitusi. Bahkan tindakan Front Pembela Islam tersebut telah menimbulkan keresahan dan ketakutan di masyarakat. Berikut ini FAKTA dan BUKTI yang TAK TERBANTAHKAN:

Tindakan Brutal FPI di Sumatra Barat >> http://goo.gl/EzcDEM

Peristiwa Memilukan ‘FPI’ di Jawa Barat >> http://goo.gl/A2t4ho

Anggota FPI Berhadapan dengan Warga Tangerang >> http://goo.gl/NYs98W

Anggota FPI Merugikan Warga Jogja >> http://goo.gl/7fo2CR

Anggota FPI Berulah di Jakarta – Timur >> http://goo.gl/7ogaOW

Inilah Ulah FPI Paling Dibenci oleh Ahok >> http://goo.gl/p7HcHm

Ulah FPI yang Bikin Malu Pemerintah RI >> http://goo.gl/73gjTR

Ulah FPI “Merusak” Citra Bangsa Indonesia >> http://goo.gl/DIT4JY

Perbuatan Bejat FPI yang Luput dari Pemberitaan Media >> http://goo.gl/y0e2Rj

Tertangkap Kamera, FPI Berulah di Lokasi Bencana Gunung Kelud >> http://goo.gl/yZgZbB

Sumber: KabarNet


Berita Terkait :

Akibat salah pilihan, Inilah Anggota DPRD DKI Pendukung Ahok, Mayoritas Phalangis?



Inilah daftar hadir anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi-fraksi partai pengusung Jokowi yang mendukung Ahok menjadi gubernur.

Namun, tidak ada seorang pun anggota DPRD dari kubu Koalisi Merah Putih yang menghadiri rapat yang menyetujui Ahok menjadi gubernur.

Hal yang sama juga dilakukan oleh empat wakil ketua dari Koallisi Merah Putih, diantaranya : Mohamad Taufik, Abraham Lunggana, Triwisaksana, dan Ferrial Sofyan.
Berikut ini nama para peserta rapat yang hadir:

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
1. Prasetio Edi Marsudi
2. Jhonny Simanjuntak
3. Rikardo
4. Bimo Hastoro
5. Gembong Warsono
6. Dwi Rio Sambodo
7. Yuke Yurike
8. Pandapotan Sinaga
9. Metty Magdalena Ussu
10. Ida Mahmudah
11. Steven Setiabudi Musa
12. Pantas Nainggolan
13. Johnni Adventus Hutapea
14. William Yani
15. Manuara Siahaan
16. Indrawati Dewi
17. Panji Virgianto
18. Sereida Tambunan
19. Ong Yenny
20. Cinta Mega
21. Merry Hotma
22. Ellyzabeth C.H. Mailoa
23. Gani Suwondo
24. Januarius Iljas Purwanto
25. Petra Lumbun
26. Raja Natal Sitinjak

Fraksi Gerindra
Nihil

Demokrat-PAN
Nihil

PPP
Nihil

PKS
Nihil

Fraksi Hanura
1. Mohammad Sangaji
2. Syarifuddin
3. Veri Yonnevil
4. Zainuddin
5. Farrel Silalahi
6. Muhammad Guntur
7. Ruslan Amsyari
8. Wahyu Dewanto
9. Zulfikar
10. Hamidi A.R.

Fraksi PKB
1. Hasbiallah Ilyas
2. Ahmad Ruslan
3. Mualif
4. Darussalam
5. Sudirman
6. Abdul Azis

Fraksi NasDem
1. Inggard Joshua
2. Bestari Barus
3. Hasan Basri Umar
4. James Arifin Sianipar
5. Capt. H. Subandi

Dari kehadiran anggota DPRD yang mendukung Ahok itu, terutama dari FPDIP dan Nasdem, mayoritas adalah kaum Phalangis (Kristen). Bagaimana mereka akan dapat mewakili pemilihnya yang mayoritas Muslim di DKI Jakarta? [jj/dbs/voa-islam.com]

Berita Terkait :

Jumat, 14 November 2014

Hasyim Muzadi: Jokowi secara Perlahan Tak Pedulikan Agama



Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi


Rimanews - Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa isu penghilangan kolom agama sudah ia dengar sejak didapuk menjadi penasehat Tim Transisi. Bahkan, dirinya sudah mengingatkan hal ini akan membebani pemerintahan Jokowi yang dianggap pelan-pelan mengabaikan agama.

"Sudah saya ingatkan bahwa ide ini akan membebani pemerintahan Jokowi-JK sebagai pemerintahan yang terkesan pelan-pelan tidak mempedulikan agama," kata Hasyim di Jakarta, Selasa (11/11).

Menurut dia, keinginan pengosongan kolom agama dalam KTP berasal dari kelompok yang sepertinya beragama tapi sesungguhnya tidak beragama.

"Pemerintahan Jokowi-JK saya harap hati-hati, karena hal-hal seperti ini sesungguhnya tidak berguna bagi bangsa, tidak berguna pula untuk seluruh umat beragama di Indonesia," kata Presiden World Conference on Religions for Peace (WCRP) itu.

Hasyim menegaskan bahwa kolom agama dalam kartu tanda penduduk harus diisi sesuai agama yang dipeluk warga negara.

"Kolom agama harus diisi sebagaimana mestinya agama yang dianut warga negara, dan sama sekali tidak boleh dikosongkan," katanya.

Hasyim menyebut, Indonesia sebagai negara yang berdasarkan Pancasila tidak mempunyai hak apalagi kewajiban untuk mereduksi identitas agama dan umat beragama.

Kewajiban negara Pancasila, kata dia, justru membimbing dan mengintensifkan pelaksanaan agama oleh umat beragama yang benar dan "rahmatan lil alamin" (membawa kebaikan bagi seluruh alam) agar mendukung NKRI, kemajuan, dan keadilan negara.

"Kalau alasan mengosongi kolom agama adalah HAM, tidak tepat juga. Justru identitas tersebut adalah HAM-nya orang beragama," kata Hasyim.

Hanya, tambah Hasyim, karena Indonesia negara demokratis, maka apabila ada warga negara yang menginginkan agamanya tidak dicantumkan dalam KTP bisa saja.

"Tapi harus atas permintaan resmi yang bersangkutan, bukan dikosongkan oleh negara," pungkasnya.
Update : Nuruddin Lazuardi

Sumber : Antara, Rimanews ,  Editor : Dhuha Hadiansyah
Berita Terkait :

Rabu, 12 November 2014

Ahok Orang Sombong yang Sok Pandai


Jakarta  - Tokoh oposisi zaman Orde Baru, Sri Bintang Pamungkas, hadir dalam demonstrasi Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) di depan Kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (10/11) kemarin. Bintang, yang mengenakan baju putih berdasi dan ceana gelap itu pun akhirnya berorasi. 

"Saya ingin melihat umat Islam bersatu. Saya bangga menjadi Islam. Saya bukan anggota FPI tapi saya pembela Islam. Mereka yang tidak membela Islam adalah munafik," kata Bintang memulai orasinya.

Bicara soal Ahok, kata Bintang, ada empat hal yang membuat Plt Gubernur iu harus pergi dari Jakarta. 

"Satu, mulutnya besar. Sombong, kotor omongannya. Saya pernah mendengar saat demo mahasiswa Ahok menyuruh supaya Polisi mengisi penuh pelurunya, juga supaya mengisi blangwir dengan bensin. Apa mau bunuh kita. Itu omongan besar yang kotor," ungkap Bintang.

Kedua, kata aktivis yang pernah menjadi politisi PPP ini, Ahok sok pandai. Padahal selama ini tidak ada yang dia kerjakan. "Apa yang dia kerjakan, banjir jalan terus, macet jalan terus. Dia belum kerja apa-apa sombongnya bukan main. Sok pintar. " katanya. 

"Ketiga, dia harus tahu, dia harus sadar diri, dia itu bagian dari minoritas. Kalau minoritas harus tahu diri.
Orang China disini nggak bangga dengan dirinya sendiri, mintanya dipanggil Tionghoa. Ahok kurang ajar," ungkap Bintang. 

Keempat, Bintang menyebut Ahok adalah orang yang anti Islam dan tidak suka kepada Islam. Sikap itu telah ditunjukkan Ahok sejak ia menjabat sebagai Wagub. 

Bicara soal agama, kata Bintang, sudah diatur dalam konstitusi. PAsal 29 UUD 1945 menyebut bahwa dasar negara adalah Ketuahanan Yang Maha Esa. 

"Lha kok sekarang kolom agama mau dihapuskan. Dia itu goblok, anti konstitusi. Dia melawan UUD, hukum tertinggi di Republik Indonesia," tandasnya. 

Bintang juga menyindir Ahok. Sesuai dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti orang harus bertuhan yang Esa, bukan yang tiga seperti Ahok. "Dia tidak mengerti, dia itu melawan Ketuhanan Yang Maha Esa," sindirnya.

Sri Bintang mendorong anggota DPRD Jakarta supaya segera mengambil keputusan soal Ahok. "Saudara Ahok harus pergi. DPRD tak usah takut menolak Ahok. Suruh dia balik ke Bangka Belitung," serunya

Sumber  :  (SI Online)

Berita Terkait : 

Ketua PBNU Angkat Bicara! Ahok Arogan, Tidak Berhak Usulkan Pembubaran FPI



 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraij menilai, pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak berhak membubarkan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI).

Menurutnya, mantan bupati Belitung tersebut tidak berhak untuk membubarkan FPI, dan bukan bagian dari kewenangan Ahok untuk “membumihanguskan” FPI.

"Itu hak Kepolisian, kalau secara Undang-Undang polisi dong. Ahok sendiri nggak berhak mengusulkan," ujar Said di Jakarta, Selasa (11/11/2014).


Agar bisa diterima oleh sebagian warga Jakarta, Ahok harus mengubah prilaku dan tutur kata, yang diketahui terkenal dengan sikap arogannya tersebut.

"Ya harus bisa tahu diri lah. Dia sebagai pemimpin DKI yang mayoritas Islam, mayoritas habib dan alim ulama," tegasnya.

Said meyakini, apabila Ahok mengubah sikap arogannya, tentu FPI tidak akan bersikeras mencoba melengserkan dari jabatan Plt tersebut. Tentu tidak ada keinginan dari FPI sendiri untuk menolak Gubernur DKI Jakarta.

"Pak Ahok juga nantang kasar juga ke FPI," tuturnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur DKI Jakarta Ahok mengaku tidak main-main ingin untuk membubarkan FPI.

Ahok sendiri juga mengaku dirinya akan menyampikan surat rekomendasi pembubaran FPI tersebut ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendgri) dan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM).

Ahok menjelaskan, maksud dan tujuan mengirimkan surat tersebut lantaran ingin memberikan pelajaran kepada FPI tersebut.

Sumber : suaranews.com

Berita Terkait : 

Senin, 10 November 2014

Gabungan Umat Islam Se-Jakarta Ingin Ahok Lengser



GUE GAMAU TAU,,,,,LENGSERKAN AHOK,,,,,,,,!
Gabungan Umat Islam Se-Jakarta Ingin Ahok Lengser

Islamedia.co - Aksi demonstrasi terhadap Basuki Tjahya Purnama alias Ahok terus berlangsung, kali ini puluhan ribu massa Umat Islam yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) memadati Bundaran Hotel Indonesia (HI) lalu longmarch ke kantor DPRD DKI dan Balaikota Jakarta, Senin (10/11/2014).


Sumber suara-islam.com menginformasikan bahwa tujuan utama aksi ini GMJ adalah menuntut Basuki Purnama (Ahok) lengser dari jabatannya.


Ketua GMJ, KH. Fachrurrozi Ishaq menegaskan bahwa Ahok turun adalah harga mati. Karena Ahok telah banyak menyakiti hati umat Islam.




Ia juga mengungkapkan bahwa Ahok di Jakarta ini menjadi sumber konflik, karena itu tidak layak menjadi Gubernur DKI Jakarta.


Dalam aksinya, dengan logat betawi massa meneriakkan yel-yel "Gue gak mau tahu, yang penting Ahok turun! Gue gak mau tahu, yang penting Ahok turun!".


Nampak pula bentangan spanduk panjang bertuliskan : "Lengserkan Ahok, karena Ahok Musuh Islam".
Perwakilan Ulama dan Habaib diterima oleh pimpinan DPRD DKI, hasil delegasi tersebut menyepakati bahwa partai-partai dalam Koalisi Merah Putih di DPRD DKI juga setuju bahwa Ahok tidak layak memimpin Jakarta.


Banyak tokoh yang hadir dalam aksi damai ini, selain KH. Fachrurrozi Ishaq, hadir pula Habib Rizieq Syihab (Imam Besar FPI), KH. Maulana Kamal Yusuf (NU DKI Jakarta), KH. Cholil Ridwan (Ketua MUI Pusat), KH. Muhammad al Khaththath (Sekjen FUI), Ustaz Ahmad Al Habsyi (Da'i kondang) dan lainnya.


Berikut foto-foto aksi GMJ yang dikutip dari suara- islam.com


Foto Petani Kangkung Sayur.
Foto Petani Kangkung Sayur.

Tertangkap Kamera, Wanita Kristen Ini Paksa Nenek Tua Berjilbab Agar Percaya Yesus




Apa yang dilakukan ibu ini..... ooh sudah kehabisan kata.
atau beginilah :
Manusia macam inilah yang menciptakan KONFLIK NASIONAL..!!!
Manusia macam inilah yang memicu KERUSUHAN BESAR...!!!
Jangan kotori kedamaian yg telah terjadi selama ini dg tingkah spt ini...!!!


 *****


 Jakarta -  Agenda Jakarta Car Free Day (CFD) dikotori oleh oknum dari agama kristen yang menyebarkan pesan-pesan terselubungnya. Dengan gaya kamuflase dengan simbol-simbol universal yang dikaburkan namun tetap ada nilai-nilai kekristenan.

Sebuah Acoount Youtube bernama rtkChannel HD berhasil melakukan mengupload sebuah video dengan judul "Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free Day Jakarta", senin (3/11/2014).

Dalam video berdurasi 23:43 menit tesebut, nampak sekali betapa sangat cantiknya pihak gereja melakukan gerakan kristenisasi dengan membagi-bagikan cindera mata seperti kalung, pin,syal, makanan biskuit, dan susu.

Pada menit 14:17 hingga menit ke 15:00 nampak sekali terlihat bahwa ini gerakan kristenisasi. Nampak seorang wanita paruh baya yang mengenakan kaos hitam dengan topi putih sedang memaksa seorang nenek tua agar percaya tentang Tuhan Yesus.

Melihat kejadian pemaksaan keyakinan tersebut, pembuat video menegur wanita tersebut dengan ucapan :  Ya ampun bu, jangan begitu dong bu, saya denger bu, kenapa ibu tau itu dia pakai kerudung, disuruh percaya sama yesus.

Setelah ditegur, wanita bertopi putih itupun akhirnya menghentikan aksinya dengan raut wajah salah tingkah dan berjalan menjauh.


Bila ingin menonton secara lengkap hasil investigasi  rtkChannel HD, bisa langsung klik  youtube berikut: 





 
Sumber :  http://www.islamedia.co/2014/11/tertangkap-kamera-wanita-kristen-ini.html?m=0 , HHs.


Terkait :