Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 November 2014

Mengapa Umat Islam Tolak Ahok, Ini Sederet Alasannya

Ahok Ditolak-jpeg.image
Kepada Yth

Pemred Media-media Islam,

Sehubungan dengan adanya Demo Penolakan Ahok, perlu disebarluaskan alasan penolakan terhadap Ahok yang sebenarnya. Ini tidak sesederhana seperti yang kebanyakan orang kira, bahkan media-media Islam pun banyak yang belum tahu SELURUH pergerakan Ahok yang sudah saya pantau sejak 2 tahun lalu.

Saya juga aktif mengumpulkan semua statemen, video, berita dari gerak-gerik AHOK. Ternyata, baru 2 tahun sudah banyak aksi yang dilakukan Ahok terhadap Islam dan kaum Muslimin.
Inilah “dosa-dosa” Ahok terhadap umat Islam (GAMBAR TERLAMPIR):
  1. Ahok menghancurkan Masjid Baitul arif di jatinegara, Jakarta Timur,  sehingga warga setempat tidak bisa shalat jum’at dan melakukan kajian Islam sampai saat ini.
  1. Ahok juga menghancurkan masjid bersejarah Amir Hamzah di Taman Ismail Marzuki(TIM). Dengan dalih renovasi namun hingga hari ini tidak ada tanda-tanda akan dibangun kembali…
  1. Tidak puas dengan menghancurkan masjid-masjid, Ahok mengganti para pejabat Muslim dengan pejabat-pejabat kafir seperti Lurah Susan, lurah grace, dan sebagainya.
Tak hanya itu, kepala sekolah Muslim di DKI juga banyak yang diganti dengan alasan lelang jabatan. Hasilnya, banyak kepala sekolah kristen sekarang.
  1. Merasa didukung media-media sekuler, Ahok terus menghapus simbol-simbol Islam. Melalui kadisdik DKI yang kafir, Lasro Masbrun…dia mengeluarkan aturan mengganti busana Muslim di sekolah-sekolah DKI setiap jum’at dengan baju betawi…padahal sebenarnya baju betawi bisa di hari lain, seperti aturan di sekolah-sekolah Bandung, yaitu hari rabu untuk baju daerah (Sunda), sedangkan jum’at tetap dengan busana Muslim.
  1. Setelah sukses menghancurkan masjid dan menghilangkan simbol-simbol Islam di DKI Jakarta…Ahok juga membatasi kegiatan syiar Islam seperti malam takbiran dengan alasan macet. Padahal perayaan tahun baru yang dipimpin AHOK JAUH LEBIH PARAH macetnya dengan menutup jalan-jalan protokol jakarta.
  1. Ahok juga mendukung legalisasi pelacuran yaitu lokalisasi prostitusi, dan menyebut yang menolaknya adalah munafik, termasuk muhammadiyah. Akhirnya Muhammadiyah resmi melaporkan Ahok ke polisi dengan pasal penghinaan.
  1. Ketika umat Islam mati-matian memprotes Miss World, Ahok justru mendukung total bahkan bangga jika Jakarta jadi tuan rumah final kontes umbar aurat itu.
  1. Tak kalah parahnya adalah Ahok mendukung wacana penghapusan Kolom Agama di KTP.
  1. Ahok juga mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan: BOLEH MINUM BIR, asal jangan mabok.
  2. Tak cuma mendukung Miss World, Ahok juga mendukung penuh konser maksiat Lady Gaga.
11. Ahok dengan berani melecehkan ayat suci. Dia bilang, ayat suci wajib tunduk pada ayat konstitusi.
12. Pada lebaran yang lalu, situasi yang adem tiba-tiba menjadi panas kembali dengan wacana Ahok untuk menghapuskan cuti bersama saat lebaran… Apa dia tidak izinkan umat Islam berlebaran dan silaturahmi…? Kenapa pula tidak dicontohkan melalui pencabutan cuti bersama natal/tahun baru…? Mengapa hanya dan harus lebaran yang dibidik?
13. Ahok juga menentang habis manifesto Partai Gerinda tentang pemurnian agama dari aliran sesat.
14. Ada yang bilang, tidak apa-apa pemimpin kafir asal tak korupsi… Nah, ternyata Ahok diduga kuat terlibat korupsi pengadaan bus Transjakarta sebesar 1,6 Triliun. Koruptor-koruptor BLBI juga kebanyakan “sejenis” dengan Ahok, yaitu konglomerat-konglomerat dari warga/golongan “keturunan” kafir.
15. AHOK LARANG TABLIGH AKBAR, lagi-lagi dengan alasan bikin macet. Padahal perayaan tahun baru yang Ahok buat lebih parah bikin macet dengan menutup sejumlah jalan protokol.
 http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/01/10/22705/awas-ahok-mui-dki-jakarta-akan-larang-tabligh-akbar-di-jalan-raya/#sthash.jHl2cpJ4.dpbs

Maka, untuk itu saya sertakan alasan lengkap FPI menolak Ahok:
http://www.youtube.com/watch?v=Veal_wMw9pg

Dan profil lengkap perjuangan mereka:
*http://www.youtube.com/watch?v=TtokTNoeB64
<http://www.youtube.com/watch?v=TtokTNoeB64>*

*UMAT PERLU TAHU MENGAPA KAUM MUSLIMIN MENOLAK AHOK…

*ANTUM MAU BERITAKAN/TIDAK, ITU HAK ANTUM SEMUA, NAMUN YANG PERLU ANDA TAHU:

*PENOLAKAN AHOK BUKAN HANYA TUGAS FPI, KITA SEMUA JUGA PUNYA KE WAJIBAN UNTUK ITU

*FPI DENGAN AKSI, DAN MEDIA ISLAM DENGAN TULISAN
*SYUKRON…
(Lincolin Arsyad)
Sumber : Salam Online

 Berita Terkait :

Rabu, 19 November 2014

Ulama Syiah: “Wanita Pelacur Boleh Dizinai”


Syiah berkata: seorang laki-laki bisa melakukan nikah mut’ah seribu kali, karena wanita yang di mut’ah tidak dicerai dan tidak pula diwarisi, dia hanya wanita sewaan.
Lihat: kitab al-Istibshar, oleh Abu Ja’far ath-Thausi (3/155)

Syiah berkata: sesungguhnya anak dari hasil wanita yang di mut’ah lebih baik daripada anak dari istri tetap.
Lihat: kitab Manhaj ash-Shadiqin, oleh Mula Fathullah al-Kasyani hal. 356.

Syiah berkata: boleh melakukan mut’ah dengan para wanita pelacur dan wanita-wanita nista, bahkan terdapat banyak sekali nasihat dan anjuran tersebut dari ulama Syiah.
Lihat: kitab bihar al anwar, oleh al-Majlisi (100/319, 320)

Syiah berkata: wanita yang dinikahi secara mut’ah tidak termasuk empat hitungan maksimal wanita yang boleh dinikahi, karena dia tidak terkena hukum cerai dan tidak diwarisi, tapi dia hanya sekadar wanita sewaan.
Lihat: kitab al-Furu’ min al-Kafi, oleh al-Kulaini (5/415)

Syiah berkata: boleh me-mut’ah wanita cantik meski berstatus istri orang atau pelacur.
Lihat: kitab al-Furu’ min al-Kafi, oleh al-Kulaini (5/462)

Syiah berkata: minimal mut’ah adalah sekali antara pria dan wanita.
Lihat: kitab al-Furu’ min al-Kafi oleh al-Kulaini (5/460)

Syiah berkata: boleh me-mut’ah wanita pezina, tapi makruh hukumnya, terutama wanita pelacur dan terkenal gemar berzina.
Lihat: kitab Tahrir al-Wasilah, oleh al-Khumaini (2/256) 
 
(Nisyi/Syiahindonesia.com)
 
 Terkait : 

PENDAPAT BUYA YAHYA SOAL AHOK DAN FPI



Ulama kharismatik asal Cirebon Buya Yahya angkat bicara soal kepemimpinan DKI Jakarta yang saat ini sedang ramai dibicarakan khususnya soal Basuki Purnama (Ahok) dan organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI).

Ia menjelaskan, berdasarkan kesepakatan para ulama bahwa kepemimpinan kaum muslimin tidak boleh dipimpin oleh orang diluar Islam. "Itu sudah merupakan kesepakatan, dan ini sudah sangat jelas tidak perlu didiskusikan lagi, jadi jelas hukumnya haram jika kita menyerahkan urusan kaum muslimin kepada seorang yang tidak beriman kepada Allah SWT dan RasulNya," tegas Buya Yahya.

Terkait adanya kelompok pergerakan yang menolak kepemimpinan diluar Islam, Buya Yahya menganggap itu sesuatu yang sangat wajar. "Dan lebih dari itu, yang harus kita tekankan ialah pemahaman kepada semua pihak mulai dari rakyat sampai dengan ulama tentang ketidakbolehan masalah ini karena di masyarakat masih simpang siur. Sesuatu yang disepakati menjadi simpang siur ini salahnya siapa?" ungkap Buya.

"Mungkin ada segelintir ulama yang memiliki fatwa yang tidak tahu darimana sumbernya, yang mengatakan bahwa pemimpin bukan Islam lebih bagus asalkan dia adil daripada pemimpin Islam tapi dia khianat. Perbandingannya bukan begitu dong, perbandingannya harus yang sama sama adil, memangnya orang ISLAM tidak ada yang adil,"tambahnya.

Menurutnya, membandingkan pemimpin kafir yang adil dengan pemimpin ISLAM yang tidak adil adalah cara yang salah. Namun saat ini hal tersebut dikemas dengan sedemikian rupa sehingga seolah-olah yang kafir menjadi benar, itu suatu kesalahan.

Kembali soal munculnya kelompok kelompok yang menolak kepemimpinan kafir, Buya Yahya menegaskan bahwa ini harus dipahami bersama bahkan diluar ISLAM juga harus memahami bahwa makna toleransi harus seperti itu. "Karena di agama kita tidak diperkenankan, disini mayoritas kaum muslimin sehingga umat harus dipimpin kaum muslimin," ujarnya. Umat Islam harus bersyukur dengan adanya FPI, dan adanya macam macam kelompok Islam harus saling melengkapi dan saling komunikasi. "Kalau kita lihat sejarah, muncul Abu Bakar Shiddiq ra yang sangat lembut lalu ada Umar bin Khatthab ra yang penuh ketegasan. Semuanya saling melengkapi sehingga tidak perlu saling mencaci. Dengan saling melengkapi akan terbangun komunikasi sehingga tidak ada tindakan yang merendahkan kaum muslimin," kata Buya.

Ia menjelaskan bahwa Islam itu indah dan kebenaran tetap harus kita sampaikan, pemimpin kaum muslimin hendaknya orang ISLAM yang bukan ISLAM harus kita tolak dan itu wajar.

"Ketegasan harus sesuai cari Nabi dan sesuai prosedur, dan yang kami amati termasuk dari FPI dan lainnya itu sudah sesuai prosedur. Mereka tidak membuat kerusakan, tapi kalaupun ada itu bisa saja karena oknum atau provokator sebab dari pimpinannya sendiri kami yakin tidak menyuruh kerusakan. Dan sekali lagi, semua itu potensi kaum muslimin yang harus kita galang kita satukan tidak perlu ada permusuhan," jelas Buya.

Namun kata Buya, kita harus waspadakarena selama ini umat Islam selalu kalah di media. "Kebenaran seperti apapun tapi dikemas dengan tidak baik maka akan dilihat masyakarat yang tidak baik dan ini musibah kita saat ini. Media-media menginformasika n bahwa FPI dan lainnya brutal. Karena itu kita harus punya media sendiri untuk menjelaskan ini semua agar mereka tidak menjadi pejuang-pejuang yang tertuduh," pungkas Buya.

rep: ghani
red: adhila

Sumber : SI-ONLINE

Berita Terkait :

Senin, 17 November 2014

WASPADA AQIDAH



Bismillaah wal Hamdulillaah ...

Tatkala umat Islam keberatan dengan pencalonan Harry Tanoe sebagai Cawapres, dan umat Islam menolak Ahok sebagai Gubernur mau pun Wagub DKI Jakarta, serta umat Islam mengkritik Menteri Susi yang perokok dan bertatto, ada kalangan "muslim" yang melontarkan pernyataan "nyeleneh" sebagai berikut :

1. "Lebih baik PRESIDEN KAFIR jujur dan adil dari pada PRESIDEN MUSLIM khianat dan zalim".
2. "Lebih baik GUBERNUR KAFIR rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR MUSLIM korup dan malas."
3. "Lebih Baik MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO TANPA JILBAB tapi tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA BERJILBAB tapi korup dan culas."

Parahnya, ada OKNUM "Ulama" dari kalangan Kyai dan Habaib yang "mengaminkan" pernyataan-pernyataan "nyeleneh" macam itu, baik langsung mau pun tidak langsung, sehingga mereka KORUPSI DALIL dan MANIPULASI HUJJAH untuk "memfatwakan" bolehnya ORANG KAFIR memimpin umat Islam.

Pernyataan "nyeleneh" macam itu sangat berbahaya, apalagi jika di-iya-kan oleh kalangan yang dianggap "Ulama", karena pernyataan tersebut melecehkan KEISLAMAN seorang muslim dan memaklumi bahkan membanggakan KEKAFIRAN seorang kafir. Sekaligus menghina umat Islam dengan mengesankan seolah umat Islam itu paling brengsek, sedang orang Kafir itu baik dan bagus.

Kenapa pernyataan tersebut tidak dibalik saja sebagai berikut :

1. "Lebih baik PRESIDEN MUSLIM jujur dan adil dari pada PRESIDEN KAFIR khianat dan zalim".
2. "Lebih baik GUBERNUR MUSLIM rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR KAFIR korup dan malas."
3. "Lebih Baik MENTERI WANITA BERJILBAB BUKAN PEROKOK DAN TANPA TATTO yang tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO DAN TANPA JILBAB yang korup dan culas."

Atau setidaknya buatlah perbandingan yang "Apple To Apple", artinya perbandingan yang seimbang, seperti : "Apel Malang lebih harum dari pada Apel Thailand", jangan tidak seimbang, seperti : "Apel Malang lebih harum dari pada Terasi."

Karenanya, mestinya pernyataan itu mengambil perbandingan yang cerdas dan adil, yaitu sebagai berikut :

1. Lebih baik PRESIDEN MUSLIM jujur dan adil dari pada PRESIDEN KAFIR jujur dan adil".
2. Lebih baik GUBERNUR MUSLIM rajin dan pekerja keras dari pada GUBERNUR KAFIR rajin dan pekerja keras."
3. Lebih Baik MENTERI WANITA BERJILBAB BUKAN PEROKOK DAN TANPA TATTO yang tekun dan cerdas dari pada MENTERI WANITA PEROKOK BERTATTO DAN TANPA JILBAB yang tekun dan cerdas.

Jadi, umat Islam harus waspada tingkat tinggi terhadap pernyataan "nyeleneh" yang SESAT dan MENYESATKAN, karena kalau aneka pernyataan "nyeleneh" tersebut dibiarkan, maka nanti akhirnya akan lahir pernyataan :

"Lebih Baik jadi ORANG KAFIR sukses dan kaya raya, dari pada jadi ORANG ISLAM gagal dan miskin papa." Na'uudzu Billaahi Min Dzaalik ... !!!

Ingat .... :

1. Setiap manusia yang tidak mengakui ALLAH SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak disembah adalah KAFIR.
2. Tidak ada ORANG KAFIR yang tidak Zholim, karena sezholim-zholimnya manusia adalah orang yang tidak mengakui ALLAH SWT sebagai Tuhannya, padahal ALLAH SWT yang telah menciptakannya dan mengaruniakan aneka ragam nikmat kepadanya.
3. ORANG KAFIR yang mati dalam kekafirannya pasti akan kekal masuk dalam NERAKA.

Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab



Berita Terkait :