Minggu, 21 September 2014

Hati merupakan sumber dari kebaikan atau keburukan seseorang



Hati merupakan sumber dari kebaikan atau keburukan seseorang, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

...أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْـغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُـلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُـلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْـقَلْبُ .

"…Ketahuilah, sesungguhnya di dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila ia (segumpal daging) tersebut baik, baiklah seluruh jasadnya, dan apabila ia (segumpal daging) tersebut rusak (buruk), maka rusaklah (buruklah) seluruh jasadnya. Ketahuilah, segumpal daging tersebut adalah hati".[HR. Bukhari (1/28 no.52)]

Hati manusia dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok dilihat dari kondisinya, yaitu :

A. Hati yang Sehat Yaitu hati yang selamat. Barangsiapa pada hari kiamat- menghadap Allah `azza wa jalla tanpa membawa hati yang sehat, maka dia akan celaka. Allah `azza wa jalla berfirman (yang artinya) : “Adalah hari, yang mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat sama sekali, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat” (QS. As-Syua` ra: 88-89) Hati yang selamat didefinisikan sebagai hati yang terbebas dari berbagai syahwat, terbebas dari keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah `azza wa jalla, dan terbebas dari belenggu syubhat, yaitu ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran. Hati yang sehat adalah hati yang tidak pernah beribadah kepada selain Allah `azza wa jalla dan berhukum kepada selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua ibadahnya murni kepada Allah `azza wa jalla semata.

B. Hati yang Mati/Sakit tanda-tandanya :

1. Berani meninggalkan sholat,
2. Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar,
3. Tidak tersentuh hatinya bahkan menjauhi terhadap ayat – ayat Al Qur’an,
4. Terus menerus maksiat,
5. Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka,
6. Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama,
6. Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat,
7. Gilanya pada dunia tanpa peduli dosa,
9. Senang melihat orang susah dan menderita.”

Cara Membersihkan Hati dan Jiwa :

1. Beramal sesuai Al Qur'an dan Sunnah
2. Menjauhkan diri dari maksiat
3. Memperbanyak amalan ketaatan
4. Memperbanyak sedekah
5. Menumbuhkan sifat malu kepada Allah dan kepada manusia
6. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah
7. Menuntut ilmu agama
8. Menjaga kebersihan fisik
9. Bertaubat dan menyesali segala dosa
10. Banyak berdzikir, banyak berdoa, dan bergaul dgn orang-orang soleh.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram". [ar Ra’d/13 : 28].

Dan tahukah anda shalat itu, Shalat itu adalah Sebuah komunikasi yang sangat luar biasa, mampu menumbuhkan ketenteraman dan kedamaian jiwa, sekaligus menjauhkan diri dari segala macam kegelisahan, keresahan, dan kesempitan hati dan jiwa. Karena dengan sholat seseorang itu melakukan komunikasi yang agung dengan Rabb-nya. Maka, tidak perlu heran, jika shalat ini merupakan penghibur dan penghias hati Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

... وَجُعِلَتْ قُـرَّةُ عَـيْـنِيْ فِي الصَّـلاَةِ .

"…dan telah dijadikan penghibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat".[HR an Nasa-i (7/61 no. 3939-3940)] 


Terkait :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar