Selasa, 02 September 2014

Rakyat Palestina Dukung Hamas Tolak Letakkan Senjata




 
Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas

Penolakan Hamas untuk meletakkan senjata didukung rakyat Palestina. Bagi rakyat Palestina, siapa saja yang ingin melucuti senjata perlawanan, itu sama saja hendak mencabut nyawa mereka.

Jadi, usaha penjajah Zionis untuk mengisolasi kelompok perlawanan dan menjauhkannya dari dukungan rakyat, jelas sia-sia. Karakter rakyat Palestina di sepanjang sejarah perjuangannya lebih percaya dan terus memberikan dukungan kepada pejuang Palestina.

“Melucuti Senjata Perlawanan”. Kalimat ini menjadi judul utama di sejumlah media yang tak dihiraukan warga Gaza.

Selama agresi terakhir, seorang warga yang rumahnya digempur Zionis, tetap mengatakan, “Saya bersama perlawanan.” Bahkan setelah anak-anaknya gugur, seorang warga mengatakan, “Allah selalu bersama perlawanan, dan saya bersama mereka, teruslah gempur penjajah Zionis.”

Kondisi seperti ini hadir di lapangan, dan rakyat terus mendukung perlawanan dan menolak perlucutan senjata perlawanan.

Seorang warga, Samih Riyadh (32) menganggap senjata perlawanan seperti ruh bagi bangsa ini. Kepada koresponden Pusat Informasi Palestina yang dikutip infopalestina.com, Ahad (31/8), ia menyatakan, “Senjata, seperti ruh bangsa Palestina, siapa yang hendak melucuti senjata kami, maka ia ingin mencabut nyawa kami, karena itu kami akan memeranginya.”

Seorang warga, Haji Abu Muhammad Hijazi (53) mengatakan, “Perlawanan merupakan kehormatan dan kemuliaan kami. Senjata perlawanan yang sederhana hanya kami gunakan untuk membela tanah air kami. Karena itu senjata tak mungkin dilepaskan, untuk membela anak-anak dan warga sipil dari serangan penjajah Zionis.”

Ia menambahkan, “Para pejuang perlawanan merupakan anak-anak kami.”
Seorang pemuda, Mazen Ashqar (30) menyebutkan, perlucutan senjata perlawanan tak mungkin dilakukan, sebab penjajah Zionis tak mengenal selain bahasa kekuatan. “Karenanya, tak mungkin kita menyerahkan senjata dengan cara apapun,” tegasnya.

Seorang pemuda, Mushtafa Hulwu, menganggap perlucutan senjata perlawanan, merupakan garis merah yang tak boleh dilewati, meski hanya sebagai wacana.

Rekannya, Isa as-Syanti menyatakan, wacana perlucutan senjata tak hanya sekadar mimpi Netanyahu dan gerombolan penjajah Zionis. Ia menyerukan kepada segenap media untuk menyebarkan kepada dunia bahwa rakyat Palestina tak mungkin melepaskan senjata perlawanan. (qm/infopalestina.com)
salam-online.

Sumber : GAZA (SALAM-ONLINE):

Terkait





Tidak ada komentar:

Posting Komentar